warning : kissing


Jantung Alba berdegup dengan cepat, terlalu cepat. Setelah membaca pesan singkat dari Danish, Alba bergegas menyiapkan dirinya. Diambilnya travel bag kecil yang selalu ia siapkan setiap kali berencana untuk menginap di tempat Danish, dengan harapan bahwa ia dapat menyelesaikan kesalahpahaman antara mereka malam ini dan hubungan keduanya dapat kembali seperti semula.

“Gue kenapa sih? Kenapa gue gak bisa tahan kalo di kepoin sama Lenny, Jeff, Diego & Matt? Kan mereka juga pasti ngurusin hidup gue karena mereka peduli? Apa susahnya sih, Alba goblok? Tahan aja demi Danish. God, he’s literally perfect. Gak ada kurangnya, but why is it so hard for you to get over that stupid fear, huh?” cecar Alba penuh emosi sembari memasukkan peralatan mandi kedalam tasnya dengan cepat.

Masih melanjutkan hardikan terhadap dirinya sendiri, Alba bergegas keluar dari kamar dan meninggalkan rumahnya. Dengan perasaan yang campur aduk namun penuh harap, Alba pergi menuju apartemen Danish.

Sesampainya di gedung apartemen Danish, Alba di sambut oleh sang pria yang tengah bersandar di salah satu kolom struktural besar di dalam lobby. Kedua tangan Danish diistirahatkan di dalam kantung hoodie berwarna abu yang ia dikenakan.

“Hey, bareng siapa kesininya?” sapa Danish dengan senyuman khasnya yang membuat hati Alba semakin lemah. Dengan otomatis tangan Danish terulur mengambil tas menginap yang di pegang Alba sebelum menuntun sang gadis ke arah lift.

“Dianterin Pak Yan tadi.” jawab Alba pelan yang di balas dengan anggukan mengerti oleh Danish.

Setelah itu keduanya tidak mengatakan apapun dan melanjutkan perjalanan menuju unit apartemen Danish dalam diam. Masing-masing disibukkan dengan pikiran mereka.

“Before you say anything, let me just say, I’m very sorry.” ujar Alba cepat saat keduanya sudah duduk berhadapan di sofa apartemen Danish. Sofa yang menjadi saksi bisu kebahagiaan yang diberi satu sama lain tanpa di ketahui oleh siapapun.

Danish terkekeh pelan, diambilnya tangan kecil sang gadis dan ia letakkan di atas pangkuannya. “Aku juga minta maaf, I don’t know what came over me. Aku lebay banget ya tadi, Ba?” Danish lanjut terkekeh, bahunya ikut naik dengan kekehannya.